Pawai Budaya: Keanekaragaman Budaya, Pilar Kekuatan Bangsa
Laporan wartawan KOMPAS Yurnaldi
Selasa, 18 Agustus 2009 | 21:13 WIB
KOMPAS/YURNALDI
KOMPAS/YURNALDI
KOMPAS/YURNALDI
KOMPAS/YURNALDI
Salah satu peserta pawai Budaya Nusantara yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, Selasa (18/8).
Salah satu peserta Pawai Budaya Nusantara yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-64 Kemerdekaan RI, Selasa (18/8) di Jakarta.
Salah satu peserta Pawai Budaya Nusantara yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-64 Kemerdekaan RI, Selasa (18/8) di Jakarta.
Salah satu peserta Pawai Budaya Nusantara yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-64 Kemerdekaan RI, Selasa (18/8) di Jakarta.
PAWAI Budaya Nusantara yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke -64, Selasa (18/8) di Jakarta, memukau ribuan penonton yang memadati pinggir jalan, mulai dari depan Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Barat, hingga ke Taman Silang Monas. Peserta pawai dari Provinsi Bali, Sulawesi Barat, dan Jawa Timur dinyatakan sebagai tim terbaik, pemenang tanpa peringkat.
"Dengan menyaksikan Pawai Budaya Nusantara itu, saya menjadi tahu kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia, yang sebagian besar belum pernah saya kunjungi daerahnya. Hal ini membuat saya makin cinta budaya Indonesia," kata Sintya, wisatawan dari Medan, Sumatera Utara.
Tidak hanya warga DKI Jakarta dan wisatawan nusantara yang tertarik dan terpukau dengan penampilan ragam budaya dari berbagai daerah, tetapi juga turis mancanegara. "Dengan saksikan pawai budaya, saya menjadi tahu keunikan budaya Indonesia, yang tidak ditemui di negara lain di dunia," kata Stevan Edward, wisatawan dari Amerika Serikat.
Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni, dan Film Tjetjep Suparman mengatakan, segala potensi, kekayaan, dan keanekaragaman budaya Indonesia merupakan salah satu pilar kekuatan bangsa. "Dengan potensi budaya yang sangat beraneka ragam itulah peluang Indonesia untuk mengembangkan kekuatan ekonomi baru melalui industri kreatif yang berbasis pada budaya akan berjalan dengan baik," katanya.
Menurut Tjetjep Suparman yang juga Ketua III Bidang Seni dan Budaya Panitia Nasional Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-64, Pawai Budaya Nusantara melibatkan seluruh provinsi, dengan tiga tema, yakni kebebasan, kreativitas, dan kemandirian. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas kebudayaan mampu mempertautkan simpul-simpul kebinekaan menjadi kekuatan yang harmonis serta memberikan rasa damai, tentram, dan nyaman bagi seluruh masyarakat, sekaligus sebagai media yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Bangsa ini memerlukan banyak kekuatan untuk mempertahankan keberadaan dan masa depan yang penuh tantangan dan hambatan yang memerlukan kearifan untuk menanggulanginya. Potensi dan ragam budaya yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia memerlukan kekayaan sekaligus kekuatan yang tidak ternilai. Melalui pemahaman dan penanaman nilai-nilai budaya, sesama warga masyarakat saling mengenal, memahami, dan menghargai satu sama lain, yang berujung pada terpeliharanya integritas nasional.
"Melalui penyelenggaraan rangkaian kegiatan bidang seni dan budaya yang mencerminkan kekayaan dan ragam potensi budaya yang tersebar luas di seluruh Indonesia diharapkan dapat menumbuhkan sikap saling mengenal, memahami, dan menghargai nilai-nilai budaya serta kearifan lokalnya masing-masing sehingga keberadaan dan peran kebudayaan semakin penting dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," paparnya.
Pawai mengambil tema "Indonesia Kreatif Menunju Bangsa Mandiri". Tema tersebut menggambarkan bahwa kemerdekaan yang telah diraih memberi peluang kreativitas menuju bangsa mandiri, mampu bertahan dan merespons perkembangan peradaban, serta unggul dalam pergaulan antarbangsa. Prosesi pawai yang ditampilkan bersumber dari puncak-puncak kreativitas daerah yang merefleksikan orisinalitas, kemandirian, dan kearifan lokal.
Pada pawai yang diikuti sebanyak 3.315 wakil dari 33 provinsi itu, panitia menetapkan tiga peserta terbaik, yaitu Bali, menampilkan Parade Barong Witning Puja Menuju Indonesia Jaya. Sementara itu, Sulawesi Barat menampilkan Sibaliparrig, dan Jawa Timur menampilkan Pesona Banyuwangi.
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Dibaca : 2403
Sent from Indosat BlackBerry powered by
Font: A A A
*
*
*
*
*
*
*
*
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Kirim Komentar Anda
*
bagus
Selasa, 18 Agustus 2009 | 22:44 WIB
Walau saya sudah wna, tapi etap bangga jadi orang indonesia dan tetap mencintai budayanya dan kami bersama teman punya grup tari. Ayo kita galakkan lagi kesenian Indonesia, jangan sampe i curi oleh negara tetangga.
Balas tanggapan
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Kirim Batal
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Terpopuler
*
Kisah Roman Si Gadis Pramusaji
*
Ibra Ungkap Alasan Pindah ke Barca
*
Inter Bikin Pep Gentar
*
Ada Alien Sembunyi di Gletser...
*
Inter Takkan Bisa Hentikan Monster...
*
Tak Gampang Jadi Fotografer Model...
» Selengkapnya
Terkomentari
*
Cemooh Bayern, Ferguson Dilepas...
*
Ibra Ungkap Alasan Pindah ke Barca
*
Inter Bikin Pep Gentar
*
Inter Takkan Bisa Hentikan Monster...
*
Ronaldo Doakan Messi Tumpul
*
Moratti: "Calciopoli" Urusan...
» Selengkapnya
Terekomendasi
* Abhisit Tolak Tututan Pembubaran Parlemen
* Putra Bin Laden Minta Iran Bebaskan Anggota...
* Hanya Dua Jam
* Prabayar Saja! Jauh Lebih Murah
* Rencana Israel Rusak Proses Perdamaian
* Perancis Konfirmasikan Pembebasan Dua Warga...
» Selengkapnya
Kabar Palmerah
* Liputan Grammy Awards 2010
* Kini Kompas ePaper Tersedia dalam Dua Platform
* KOMPAS.com Raih The Best Performance Company 2009...
* Reload Something New: KOMPAS.com Tampil Baru
* Piala Dunia 2010 di Hadapan Anda
* KompasFemale Resmi Diluncurkan
» Selengkapnya
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Terpopuler
*
Kisah Roman Si Gadis Pramusaji
*
Ibra Ungkap Alasan Pindah ke Barca
*
Inter Bikin Pep Gentar
*
Ada Alien Sembunyi di Gletser...
*
Inter Takkan Bisa Hentikan Monster...
*
Tak Gampang Jadi Fotografer Model...
» Selengkapnya
Terkomentari
*
Cemooh Bayern, Ferguson Dilepas...
*
Ibra Ungkap Alasan Pindah ke Barca
*
Inter Bikin Pep Gentar
*
Inter Takkan Bisa Hentikan Monster...
*
Ronaldo Doakan Messi Tumpul
*
Moratti: "Calciopoli" Urusan...
» Selengkapnya
Terekomendasi
* Abhisit Tolak Tututan Pembubaran Parlemen
* Putra Bin Laden Minta Iran Bebaskan Anggota...
* Hanya Dua Jam
* Prabayar Saja! Jauh Lebih Murah
* Rencana Israel Rusak Proses Perdamaian
* Perancis Konfirmasikan Pembebasan Dua Warga...
» Selengkapnya
Kabar Palmerah
* Liputan Grammy Awards 2010
* Kini Kompas ePaper Tersedia dalam Dua Platform
* KOMPAS.com Raih The Best Performance Company 2009...
* Reload Something New: KOMPAS.com Tampil Baru
* Piala Dunia 2010 di Hadapan Anda
* KompasFemale Resmi Diluncurkan
» Selengkapnya
Rubrik: Nasional Regional Internasional Megapolitan Bisnis & Keuangan Kesehatan Olahraga Sains Travel Oase Edukasi
Situs: KOMPAS.comBolaEntertainmentGamesTeknoOtomotifFemalePropertiForumKompasianaImagesMobileKompas CetakePaperKompasKarierPasangIklanGramediaShop
About Kompas.com | Info iklan | Privacy policy | Terms of use | Karir | Contact Us | Kompas Accelerator For IE 8
© 2008 - 2009 KOMPAS.com — All rights reserved
Tidak ada komentar:
Posting Komentar