Keanekaragaman Budaya menjadi Kekayaan Bangsa Tiada Tara
[Senin,20 Juni 2005]
Hal itu terungkap dalam sambutan Gubernur Kaltim yang diwakili Wagub Kaltim, Yurnalis Ngayoh, saat membuka Rapat Kerja Teknis V, Kebudayaan dan Pariwisata se Kalimantan Timur, Rabu (15/6). Rakernis yang diikuti oleh Dinas Pariwisata Porpinsi, Kabupaten, dan Kota serta instansi terkait lainnya se Kalimntan Timur itu, berlangsung selama dua hari, di Anjungan Kaltim, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Dalam sambutannya, Wagub mengharap kepada para peserta raker agar mengevaluasi kembali kemajuan dan kendala dalam berbagai program kerja yang telah dilaksanakan. Menurutnya, kelemahan di bidang kebudayaan dan pariwisata, adalah belum piawainya dalam merencanakan dan mengemas paket-paket yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kaltim, baik wisatawan nusantara, maupun wisatawan mancanegara. Berkenaan dengan itu, dia menekankan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pertama, katanya, diperlukan kesungguhan semua pihak untuk duduk bersama merumuskan strategi yang jitu untuk mengembangkan dan menjual potensi wisata, seni dan budaya yang hidup subur di Bumi Etam Kalimantan Timur. Disamping itu perlu kerjasama yang harmonis antara Dinas Pariwisata Propinsi dengan Kabupaten/Kota, termasuk biro perjalanan dalam melaksanakan kegiatan di luar Kaltim, dan event-event besar berskala internasional. Hal yang tak kalah pentingnya, menurutnya, agar segenap jajaran Dinas Pariwisata Propinsi, Kabupaten, dan Kota terus menfungsikan prasarana dan sarana yang telah dibangun dan memelihara kebersihan lingkungan. Kalimantan Timur yang cukup kaya akan keindahan alam, dan obyek-obyek wisatanya cukup menarik perhatian wisatawan nusantara, maupun mancanegara. Namun terbatasnya sarana transportasi dan SDM yang mampu mengemas dan menjual obyek-obyek wisata tersebut, mengakibatkan belum begitu banyak wisatawan yang berkunjung ke Kaltim. “Apalagi paket-paket wisata yang dibuat juga masih terkesan jalan sendiri-sendiri, sehingga belum banyak menarik minat orang luar untuk menikmati keindahan alam dan budaya Kalimantan Timur”, katanya. Untuk itu, katanya, perlu penyusunan rencana program strategis yang komprehensif dan aplikatif, terutama dalam rangka turut serta menyukseskan PON XVII/2008 di Kalimantan Timur. “Melalui event tersebut diharapkan menjadi peluang yang sangat strategis untuk bidang kebudayaan dan pariwisata dalam memasarkan potensi wisata dan budaya yang hidup subur di Bumi Etam Kalimantan Timur”, harapannya. Sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya, merupakan kekayaan bangsa yang tiada tara. Budaya bukan saja dapat dijadikan sebagai obyek wisata tetapi juga sebagai perekat bangsa. “Sebagai obyek wisata bukan berarti kita ingin mengkomersialkan budaya suku-suku yang ada di Kaltim, tetapi yang lebih utama adalah melestarikan dan meningkatkan harkat dan kesejahteraannya’, kata dia. Sebelum mengakhiri sambutannya, Wagub mengharapkan kepada para peserta dan pihak-pihak terkait lainnya agar senantiasa meningkatkan pelayanan dan keamanan di lokasi tempat usaha, tempat rekreasi, tempat hiburan dan obyek-obyek wisata lainnya. Juga dia berharap agar event budaya dan pariwisata daerah dapat digelar secara konsisten dan berkelanjutan. ”Disamping itu mempromosikan paket wisata daerah secara terpadu dengan kegiatan promosi potensi daerah pada sektor lainnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, jangan dilupakan”, pintanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwsata Kaltim, Drs. H Syafruddin A.H. merencanakan, usai rakernis yang mengambil tema ”Kita Tingkatkan Kinerja Kepariwisataan dalam Rangka Menyukseskan PON XVII/2008 di Kaltim itu ditutup, akan melanjutkan kunjungan wisata ke Jawa Barat. ”Selain melihat objek-objek wisata di sana, juga ingin mempererat tali silaturahmi dengan Pemprop. Jabar, sekaligus sebagai kunjungan balasan”, jelasnya. (hms.1)
[ Kembali ]
copyright © 2009 All Right Reserved by Pemprov. Kaltim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar