google-site-verification: google50d34473960e8a7f.html Cakrawala Budaya: रितुअल Mandi Safar

Wedding

Wedding in Watamu
A dream come true location for your wedding celebration

Minggu, 06 Maret 2011

रितुअल Mandi Safar

Agama
Jadikan Teman | Kirim Pesan
Halim Malik
ASLI BOGOR: BONGOMEME GORONTALO
Ritual Sesat Mandi Safar adalah “khurafat”

Tulisan ini saya awali dengan hadits nabi:

“Aku telah tinggalkan kamu dua perkara, selama kamu berpegang teguh dengannya, tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Quran dan sunnahku”

Dunia makin edan dan menyayat. Teknologi telah maju dengan pesat, informasi pun mudah didapat. Abad ini dikenal dengan abad telematika, “hasil konvergensi antara teknologi informasi-telekomunikasi dan multimedia”. Kita tak bisa menyangka mungkin besok atau lusa, bahkan hingga ribuan tahun ke depan akan paripurnalah peradaban manusia di muka bumi ini. Bumi semakin indah berbinar, namun bertabur peluh yang keruh. Indah dikarenakan muka bumi bertirai pancang-pancang tinggi menjulang ke langit yang dikenal dengan sebutan gedung pencakar langit. Di sisi lain bumi pun semakin keruh berkabut takhyul, titiskan dusta dan dosa tak terampun. Salah satu takhyul tak berampun adalah ritual “MANDI SAFAR”

Mandi safar adalah tradisi/ritual turun temurun yang dilakukan pada hari rabu terakhir bulan safar (kalender Islam). Tak ada sumber pasti generasi siapa yang pertama meniru. Mereka menamakan mandi safar adalah penolak bala dan mensucikan diri agar terhindar dari malapetaka. Bulan Safar dianggap sebagai bulan bencana. Namun tak ada sumber terpercaya yang menyatakan bahwa bulan Safar adalah bulan bencana atau bulan sial penuh malapetaka. Beragam cara dilakukan untuk mengawali ritual sesat ini. Mulai dari pemotongan tumpeng dilanjutkan dengan harapan dan doa. Ada yang minta kebahagiaan, rezeki, dipanjangkan umur, tak putus dengan kekasih, terbebas dari hutang yang melilit dan berbagai permintaan, seolah-olah memaksa Tuhan untuk mengabulkannya. Masalahnya bukan terletak pada harapan dan permohonan, namun lebih pada ritual yang tak logis dan kabur “khurafat”. Khurafat adalah kepercayaan yang berkhayal atau takhyul yang menganggap bahwa ada kekuatan gaib selain Allah. Khurafat juga dianggap menyalahgunakan aqidah Islam. Ritual yang tak masuk akal itu antara lain adalah mandi bersama laki-laki-perempuan, tua-muda, yang diawali dengan sebuah upacara. Bukankah Islam melarang umatnya yang tak semuhrim, saling menjaga auratnya? Namun acara Mandi Safar ini malah diikuti oleh ratusan bahkan ribuan manusia yang mandi bersama. NAUZUBILLAHIMINZALIK………

Anehnya…! di beberapa tempat ritual mandi Safar diawali dengan doa mensyukuri nikmat Allah. Lebih aneh lagi dilanjutkan dengan zikir di mesjid. Dzikir setelah mandi bersama dan “saling lihat” aurat masing-masing. Di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo ritual sesat ini telah dijadikan icon budaya daerah, dengan “cadar” konsumsi wisata. Budaya “ANEH” ini terjadi pula di beberapa daerah di Indonesia. Daerah-daerah yang melakukan ritual aneh ini antara lain: (Ketapang: Kalimanta timur), (Kota Waringin Timur: Kalimantan Tengah) (Ternate), (Bolaang Monggondow: Sulawesi Utara) (Lombok: NTB-7 lokasi), (Suku Melayu: Kalimantan Barat).

Apakah benar bulan Safar adalah bulan bencana dan malapetaka? WALLAHUALAM BISSAWAB

*****tulisan ini hanya sebatas pemahaman penulis, mohon dikoreksi, ditanggapi dan dilengkapi*****.

KOMPAS.com
© 2008 – 2011

Tidak ada komentar: