Geliat Artis-artis Soundrenaline 2005 (1)
Pentas Terbesar yang Pernah Dilakoni
KEMEGAHAN festival musik terbesar di Tanah Air, Soundrenaline 2005 Reborn Republic yang digelar di Grand Marina Semarang, Minggu (14/8), bukan hanya dirasakan music maniacs Semarang dan para musikus nasional yang tampil. Dua band internasional yaitu Crowned King (Kanada) dan The International Noise Conspiracy (Swedia), juga mengakui hal tersebut.
"Pentas ini merupakan konser terbesar yang pernah kami jalani. Antusias penonton di sini (Semarang-Red) juga luar biasa," ujar Shaun Frank, voka-lis Crowned King, usai tampil.
Mengenai penampilan band-band nasional, dia mengakui Utopia sebagai salah satu band yang tampil bagus.
"Kami juga senang dapat berjumpa dengan Slank untuk kali pertama," tambah dia.
Dengan mengusung aliran musik garage, band yang diawaki oleh Shaun Frank (vokal), Ryan Darnell (gitar), Adam Brown (bas), Chris Lambert (drum), dan Jonny Biggs (trombone) itu tampil cukup garang untuk menggoyang penonton.
Enam lagu mereka suguhkan adalah "Dead to the World", "Don't Wanna Go", "Turn It Up", "All That She Wanted", "Impatience", dan "One in the a Million".
Grup musik ini memang khusus didatangkan ke Indonesia untuk menghibur music maniacs di festival musik A Mild Live Soundrenaline 2005, di tiga kota yaitu Semarang (14 Agustus), Surabaya (21 Agustus) dan Denpasar, Bali (28 Agustus). Selain itu, grup ini juga akan menggelar serangkaian tur di kota lain seperti Cirebon, Samarinda, Balikpapan, dan Manado.
Tema Sosial
Pengakuan kebesaran Soundrenaline 2005 juga diakui oleh The International Noise Conspiracy yang digawangi oleh Lars Stromberg (gitar/vokal) dan Dennis Lyxzen (vokal).
"Jumlah penontonnya luar biasa dan arena festivalnya juga sangat luas. Indonesia merupakan negara kedua di Asia yang kami kunjungi setelah China," ujar Lars.
Mengusung aliran musik Swedia yang merupakan kombinasi dari musik-musik MC5, The4 Kinks, The Smiths, James Brown, Primal Scream, dan modern R&B, band ini membawakan tujuh lagu yang kental dengan tema-tema sosial, termasuk perlindungan binatang.
Tujuh lagu tersebut adalah "Black Mask", "Let's Make History", "Smash It Up", "Like a Landslide", "A Body Treatise", "Capitalism Stole My Virginity", dan "The Way I Feel about You".
"Lagu-lagu itu bertutur tentang penentangan kami akan kebijakan Presiden AS George Bush dan PM Israel Ariel Sharon serta perusahaan-perusahaan besar karena tidak memperdulikan ma-salah lingkungan," ujarnya.
Sedangkan kepedulian terhadap binatang, mereka wujudkan dengan tidak makan daging (vegetarian). "Kami memilih jalur musik sebagai alat menyampaikan aspirasi kami," tegasnya.
Grup musik ini juga akan tampil di dua kota festival musik A Mild Live Soundrenaline 2005 lainnya yaitu Surabaya (21 Agustus) dan Denpasar (28 Agustus). (Hernandhono, Saptono JS-45)
Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar