google-site-verification: google50d34473960e8a7f.html Cakrawala Budaya: Halmahera Utara.com

Wedding

Wedding in Watamu
A dream come true location for your wedding celebration

Senin, 01 Juni 2009

Halmahera Utara.com

KEBUDAYAAN SEBAGAI ALAT PEREKAT MASYARAKAT
(09-05-2009) Administrator Halmahera Utara.com
Dalam sejarah perjuangan bangsa para perintis telah dengan susah payah membangun dan mempertahankan bangsa ini. Membangun tentu membutuhkan proses yang panjang. Begitu juga di negeri Hibualamo. Pembangunan membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang mengedepankan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi dan golongan.

Berbicara tentang kebudayaan berarti tidak terlepas dari tuntutan harga diri atau jati diri anak bangsa terutama kita sebagai masyarakat Halmahera Utara. Kita sepakat bahwa jatuh bangunnya sebuah daerah terletak dari keutuhan sebuah budaya yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Secara nasional kebudayaan adalah pencerminan sebuah bangsa yang memberikan dampak positif dalam membangun bangsa yang demokratif dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Kebudayaan daerah merupakan bagian dari budaya bangsa yang perlu dipertahankan nilai-nilai kemanusiaannya. Seorang tokoh atau pemimpin perlu memahami tentang tata krama atau tatanan dalam memberikan arah dan kebijakan untuk memajukan pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan dimana dia berada.

Halmahera Utara memiliki potensi budaya dari berbagai suku dan agama. Karena penduduk di daerah ini sudah berasimilasi dengan suku-suku yang ada di Indonesia. Sehingga daerah ini disebut dengan daerah yang memiliki budaya supra etnis. Hal ini dapat dibuktikan diberbagai sektor, baik sebagai tenaga organik pada kantor pemerintahan atau sebagai pimpinan di instansi pemerintah, politisi, juga sebagai pemimpin organisasi dan juga sebagai tenaga pendidik ataupun tokoh agama. Saya yakin bahwa keragaman etnis, suku dan agama ini dapat menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bingkai NKRI.

Masyarakat Halmahera Utara memiliki budaya yang sudah ada ratusan tahun dan sampai saat ini masih terjaga kelestariannya sebagai nilai-nilai budaya yang filosofis. Nilai-nilai budaya ini menjadi sebuah tatanan atau tradisi yang tetap dipertahankan. Baik secara seremonial ataupun secara resmi. Hibualamo sebagai rumah adat atau wadah yang diabadikan oleh masyarakat Halmahera Utara. Hibualamo menurut legenda merupakan sebuah rumah besar yang dihuni oleh keluarga besar penghuni negeri yang terhimpun dalam 10 suku dan tersebar di seluruh daratan Halmahera, Pulau Morotai dan Loloda.

Kebudayaan dapat dijadikan modal dasar dalam gerak dan langkah sesuai bidang tugas dan fungsi kita masing-masing sebab kebudayaan yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita sangat banyak memberikan sebuah kebenaran yang berdasar pada etika dan moral. Memang kita tahu bahwa untuk merubah perilaku manusia membutuhkan suatu proses. Hal ini bukanlah sekedar isapan jempol belaka tetapi benar-benar membangun sebuah budaya yang bisa diteladani oleh orang-orang di luar kita.

Kita tahu bersama bahwa akhir-akhir ini secara nasional sepertinya telah terjadi kulturasi budaya. Satu hal yang perlu dikoreksi adalah kurang peduli dan konsistennya mayarakat terhadap nilai-nilai kebudayaan sehingga bisa memunculkan berbagai dikonomi persepsi. Apakah dari kalangan masyarakat, mahasiswa, para politisi dan juga pemerintah pada hal kebudayaan adalah sebuah pencerminan dari sebuah bangsa terletak pada budaya. Orang bisa melakukan kesalahan besar atau kecil itu karena tidak memahami nilai-nilai budayanya. Kenapa munculnya korupsi, kolusi dan nepotisme? Ini sebagai akibat dari ketidaktahuan budaya nenek moyang kita karena nenek moyang yang merupakan perintis kebudayaan yang mewariskan kepada kita bukan budaya orang pencuri atau korupsi tetapi orang yang berbudaya adalah orang yang tahu tentang harga diri manusia dan lingkungannya. Apalagi kepada Tuhannya itu juga ada isyarat yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita yang biasanya disebut Jou Giki Moi. Ini sebuah pemahaman dalam leluhur yang sangat sacral dalam dinamika kehidupan saat itu.

Untuk itu budaya yang kuat apabila pemerintah dan seluruh stakeholder merasa memiliki daerah ini tanpa ada indikasi sebuah perbedaan baik suku, agama dan darimana dia berasal hal ini bila diwujudkan maka kita akan terkenal karena budayanya dan kita akan maju sebagaimana Bali maju karena budayanya. Hal ini menjadi sebuah pertanyaan bagi kita apakah kita mau merubah sebuah kondisi yang lugu ke kondisi yang supra fit serta menjadi tujuan wisata? Ini terpulang kepada pemerintah dan masyarakat Halmahera Utara dan tidak hanya dinas yang terkait yang bertanggung jawab tetapi seluruh stakeholder yang ada di kabupaten ini. Masyarakat bumi Hibualamo dengan keberagaman suku yang ada tentu memiliki budaya yang berbeda tetapi ini menjadi asset besar dalam menunjang program pemerintah khususnya pariwisata. Kebudayaan juga berfungsi sebagai alat perekat masyarakat Halmahera Utara untuk menunjang Go International 2010.

Ingat budaya Halmahera Utara adalah budaya yang religius dan dinamis dan selau berpijak pada dasar budaya yang heterogen. Hal ini memperjelas sikap hidup yang mengutamakan kebersamaan dalam perbedaan. Untuk menghindari agar tidak terjadi akulturasi budaya maka ada 4 hal yang perlu disikapi antara lain mempertahankan budaya sebagai alat perekat dalam membangun kebersamaan anak negeri Hibualamo. Sebagai anak negeri perlu melestarikan dan mengembangkan budaya sebagai pedoman dalam melakukan pembaharuan pembangunan dan kemasyarakatan. Menularkan budaya Hibualamo kepada anak cucu kita sehingga mereka tidak melupakan tatanan atau tradisi kita sebagai anak negeri Hibualamo. Membudayakan Halmahera Utara dapat dijadikan sebagai alat perekat suatu bangsa atau daerah khususnya Halmahera Utara dalam menata kebudayaan saat ini dan ke depan.

*) Merupakan artikel Buletin Pemda Kabupaten Halmahera Utara Edisi 17 Tahun II Oktober 2007.

Tidak ada komentar: